- EVDO atau Evolution Data Only/Evolution Data Optimized adalah suatu standar untuk transmisi data secara nirkabel komunikasi generasi ketiga atau yang dikenal dengan 3G, berbeda dengan 3G pada GSM, EVDO diciptakan secara khusus hanya untuk CDMA dengan menggunakan frekuensi radio.
EVDO memiliki beberapa standar revisi, revisi di sini dimaksudkan untuk terus mengembangkan EVDO secara lebih canggih tentu saja dalam hal kecepatan. Standar revisinya dinamai secara alphabetical dimulai dari EVDO Rev.0 (nol), EVDO Rev.A, dan yang sedang mengalami pengembangan yaitu EVDO Rev.B. Masing-masing standar revisi tersebut mempunyai perbedaan pada kapasitas bandwith transmisinya atau kecepatan akses data yang disajikan.
Di sini EVDO menggunakan jaringan CDMA 2000 untuk menyediakan akses kepada perangkat telekomunikasi jaringan bergerak dengan interface pada kecepatan 2,4 Mbps untuk EVDO Rev.0, dan 3,1 Mbps untuk EVDO Rev.A, sementara untuk EVDO Rev.B masih belum diketahui berapa kecepatan yang bisa dihasilkan oleh revisi ini, yang pasti tentunya kapasitas bandwith transmisinya lebih unggul ketimbang dua EVDO sebelumnya.
Pasalnya, walaupun EVDO yang digunakan adalah EVDO Rev.0 ataupun EVDO Rev.A, semuanya tergantung pada daya tangkap sinyal dan jaringan di mana pengguna berada. Hal ini disebabkan karena EVDO masih bergantung pada jaringan jangkauan BTS. Ada kalanya pada saat tertentu pengguna melakukan akses data di mana tidak ada jaringan EVDO. Namun jika hal ini sampai terjadi, maka secara otomatis sistem operator penyedia jasa akan mengalihkan pengguna ke jaringan standar mode 1X-RTT, di mana pengguna tetap bisa melakukan akses data tetapi menggunakan kecepatan 1X yang hanya 152 Kbps, ini sama saja dengan akses data pada modem CDMA biasa.
Blog ini membahas mengenai perkembangan teknologi dalam hal ini berbagi perkembangan bidang teknologi terutama teknologi informasi dan komunikasi.
Sabtu, 17 Maret 2012
EVDO (Evolution Data Only/Evolution Data Optimized)
smartliberty_2009@yahoo.com
Menanti Kecepatan 4G LTE, Download Secepat Copy Flashdisk
Mau enjoy download video, musik, game? Dengan teknologi 4G LTE, download game serasa copy ke flashdisk.
Long Term Evolution (LTE) adalah standar untuk komunikasi wireless data berkecepatan tinggi untuk ponsel dan terminal data. Standar ini dikembangkan oleh 3GPP (3rd Generation Partnership Project), sebuah organisasi penerbit standar untuk teknologi GSM. Pada awalnya LTE dikembangkan untuk meningkatkan kapasitas dan kecepatan jaringan GSM / HSPA, namun pada perkembangannya LTE juga menjadi evolusi untuk jaringan CDMA. Dengan demikian, LTE dipercaya bakal menjadi standar jaringan seluler global yang pertama.
Implementasi LTE saat ini, yaitu release 8, sebenarnya belum memenuhi standar teknologi 4G, meskipun hampir semua operator menyatakan sebagai 4G. LTE release 10, biasa disebut LTE Advanced yang direncanakan mulai komersial tahun 2013, diharapkan benar-benar memenuhi standar IT-U sebagai teknologi ponsel generasi keempat atau 4G.
LTE dipercaya mampu mengirim data sampai kecepatan 100 - 300 Mbps untuk download dan 75 Mbps untuk upload. Jauh di atas kecepatan yang biasa kita nikmati saat ini berksiar 1-3 Mbps. Kecepatan ini bahkan lebih tinggi dari jaringan lokal perusahaan saat ini yang pada umumnya berkisar 100 Mbps. Dengan kemampuan ini, pengguna yang akses Youtube serasa nonton televisi, tanpa streaming. Bahkan untuk download game pun bisa secepat copy dari flashdisk!. Semua itu bisa dinikmati hanya dengan ponsel atau tablet, tidak harus menggunakan komputer dan kabel. Wow…
LTE memang menjanjikan pengalaman yang menarik, terutama bagi para penggila internet. Hal tersebut telah dibuktikan oleh survey yang dilaksanakan TeliaSonera pada beberapa bulan setelah menggelar LTE. TeliaSonera mengungkap hasil riset sebagai berikut. Sebanyak 26 persen pengguna lebih banyak bekerja secara mobile, 23 persen mengunggah file yang lebih besar dari sebelumnya dan 19 persen pengguna lebih sering menonton TV secara online / streaming.
Pengembangan LTE
Standar LTE release 8 ditetapkan pada Desember 2008, dilanjutkan release 9 terbit pada Desember 2009. Selanjutnya LTE dikomersialkan untuk pertama kalinya oleh TeliaSonera di Stockholm dan Oslo pada 14 Desember 2009. Sampai dengan saat ini LTE telah komersial pada 57 jaringan di 34 negara. Menurut lembaga riset Informa, akhir tahun 2012 LTE bakal digelar oleh lebih dari 100 jaringan komersial dengan estimasi pelanggan lebih dari 22 juta dan nilai Capex mencapai USD 9 miliar. Jumlah pelanggan akan naik sekitar 63 juta per tahun, sehingga mencapai 156 juta di akhir tahun 2014.
Layanan LTE telah dinikmati sebagian besar wilayah Amerika Serikat, Eropa, Amerika Latin dan Australia. Demikian juga beberapa negara maju di Asia seperti Jepang, Hongkong dan Korea Selatan. Untuk Asia Tenggara, Singapura merupakan yang terdepan. Malaysia telah melaksanakan tender kanal frekuensi pada 2011. Sedangkan Thailand merencanakan pilot project pada tahun ini, dan diharapkan bisa komersial pada tahun depan. Bagaimana dengan Indonesia?
Indonesia Menanti LTE
Awal tahun 2011 merupakan masa euforia LTE. Teknologi ini menjadi gunjingan di seantero dunia. Di kala itu, Pemerintah Indonesia memutuskan tidak akan buru-buru menggelar LTE. Teknologi tersebut akan mulai dikaji pada tahun 2012.
Sikap pemerintah saat itu dinilai tepat, karena beberapa alasan. Pertama, teknologi ini baru saja meluncur tahun 2010, sehingga harga infrastuktur maupun device-nya masih mahal. Kedua, Indonesia butuh waktu untuk belajar dari implementasi LTE di berbagai belahan dunia. Ketiga, memberi kesempatan terhadap pemanfaatan 3G, mengingat sejauh ini belum digunakan secara optimal. Keempat, indonesia masih kesulitan mengalokasikan spektrum frekuensi untuk LTE.
Namun demikian, komitmen pemerintah untuk mengkaji teknologi tersebut pada 2012 nampaknya bakal meleset. Hal ini disebabkan karena beberapa kenyataan berikut. Pertama, tahun ini pemerintah justru disibukkan oleh rencana tender dua blok tersisa kanal frekuensi 3G, yang direncanakan bulan Mei. Setelah proses tender, pemerintah akan menata ulang seluruh kanal 3G yang dimiliki operator, mengingat saat ini susunannya kurang efisien. Kedua, pemerintah juga masih punya pekerjaan rumah mengenai kanal frekuensi Wimax yang sudah dikantongi operator sejak tahun 2009 namun sampai saat ini belum dimanfaatkan sesuai komitmen. Ketiga, pemerintah belum memutuskan kanal frekuensi yang akan ditempati LTE.
Dari berbagai kenyataan tersebut, nampaknya kecepatan dan kenyamanan layanan LTE baru bisa dinikmati masyarakat Indonesia paling cepat tahun 2014.
Kesiapan Operator dan Device
Berbeda dengan pemerintah, kondisi operator jauh lebih siap untuk penggelaran LTE. Telkomsel, sebagai operator seluler terbesar telah mulai uji coba tahun 2010 lalu. Dan pada pertengahan 2011 Telkomsel telah menyatakan kesiapannya menyediakan layanan LTE. Melalui kerjasama dengan Huawei, Erricson, Nokia Siemens dan ZTE, Telkomsel sudah menyiapkan setidaknya 4.000-5.000 BTS untuk LTE.
Seperti halnya Telkomsel, XL juga telah melakukan uji coba pada tahun 2010 lalu. Awal tahun ini perusahaan induknya, Axiata menyatakan bahwa XL telah 4G Ready, sehingga kapan pun pemerintah menyalakan lampu hijau, BTS LTE milik XL bakal on. Sedangkan Indosat, meskipun uji coba relatif terlambat, pada Oktober 2011 lalu telah menyatakan siap untuk menyelenggarakan layanan 4G LTE.
Sampai dengan saat ini variasi device LTE memang masih terbatas, baik yang berbentuk modem atau pun ponsel. Device LTE baru dikeluarkan oleh pemasok besar seperti Samsung, Sony, HTC, LG, dan Nokia. Harganya pun hanya terjangkau oleh kalangan menengah. Sebut saja beberapa ponsel LTE antara lain: Samsung Galaxy S II HD LTE, Sony Xperia-ion LTE, HTC Raider LTE, LG Optimus Vu LTE, Nokia Lumia 900. Namun dengan jumlah pengguna yang melebihi 20 juta, dipastikan tahun 2012 bakal muncul banyak produsen yang menjual berbagai variasi ponsel LTE. Bahkan banyak analis memprediksi, pada tahun 2013 akan muncul ponsel LTE dengan harga terjangkau berkisar satu jutaan.
Jadi, jika anda pengagum LTE, harap bersabar. Karena, meskipun operator telah siap menggelar LTE, dan device pun mulai tersebar luas di pasaran, namun nampaknya pemerintah masih punya prioritas lain. Anda harus menunggu setidaknya dua tahun untuk bisa menikmati kecepatan LTE yang setara copy flashdisk! (http://www.myusuf298.com)
Senin, 05 Maret 2012
Nero Burning ROM
Nero Burning ROM adalah perangkat lunak buatan Nero AG, Jerman yang memiliki fungsi utama sebagai alat untuk membakar data pada keping CD, DVD hingga Blue Ray. Program ini merupakan bagian penting pada paket utama Nero Multimedia Suite 10 Platinum HD.
Sebelum versi 10, Suite ini dikelompokkan menjadi versi Lite, Premium maupun Ultra sebagai versi paling lengkap, misalnya seperti Nero 8 Ultra Edition. Jika merupakan paket sederhana (lite) yang tidak berbayar, Nero Burning ROM umumnya dipaketkan bersamaan dengan program Nero StrartSmart saja dan sangat sedikit aplikasi pendukung yang disertakan, seperti pada Nero 9 Lite Edition. Pada Nero 9 versi ini, fitur yang dapat digunakan hanya Data Burning dan Copy Disk.
Secara default, hasil pembuatan berkas salinan (image) dengan program ini memiliki ekstensi NRG, meskipun ada lebih dari 10 jenis berkas salinan yang dapat didukung.
Rabu, 09 Maret 2011
WEARNES PROGRAMMER CLUB TAHUN 2011
biasa disingkat WPC adalah suatu komunitas yang terdiri dari para mahasiswa dari jurusan informatika dan teknik komputer weranes education center pada tahun angkatan 2010-2011.
memilki motto " WPC luar biasa"
memilki motto " WPC luar biasa"
Rabu, 23 Februari 2011
HONDA CBR-125R
Keluarnya produk terbaru dari Honda yaitu CBR125R, bukanlah debut pertamanya, karena November tahun lalu CBR125 meluncur di Milan, Italia.
“Sejak diperkenalkan pada tahun 2004, CBR125R merupakan sportsbike ideal yang pertama, selain itu CBR125R sangat kompak, ringan, halus, dan mudah dikendarai.” Jelas perusahan Honda Inggris.
Motor sport asal Jepang tersebut siap dijual di dealer-dealer Inggris dengan harga 3170 Poundsterling atau sebesar Rp 45 juta On The Road.
Varian dari CBR125R terbaru menampilkan dengan beberapa warna pilihan, diantaranya Terra Silver Metallic, Ross White Tricolour dan Asteroid Black Metallic.
Dengan transmisi manual 6-speed, CBR125R dilengkapi dapur mesin dengan menggunakan 4-tak SOHC yang dilengkapi dengan liquid-cooledinjection, yang dapat mencapai 13 HP pada 10.000 rpm dan torsi 10,6 Nm pada 8.250 rpm.
CBR masih terdepan dalam setiap ajang kompetisi, karena CBR125R terbaru memiliki kecepatan hingga mencapai 75 mph (120 km/jam).
Selain itu, konsumsi bahan bakar CBR125R mencapai 2,8 liter/ km, sehingga pengendara dapat melakukan perjalanan jauh hingga mencapai 350 KM.
“Hingga tahun 2011 ini, CBR125R terbaru akan siap membuktikan dirinya sebagai sportsbike pertama yang sempurna bagi generasi terbaru,“tutupnya.
Senin, 21 Februari 2011
LENOVO IT TECHNOLOGY
Lenovo Gelontorkan 6 Model Baru ThinkPad
Lenovo menambah 6 model baru untuk unit laptop ThinkPad
BEIJING - Lenovo menambah varian unit laptop ThinkPad dengan enam model baru. Meski tidak menampilkan desain yang radikal, namun dengan model baru ini, Lenovo akan melakukan beberapa perubahan signifikan pada ThinkPad seri T, L, dan W.
Produsen PC asal China itu memperkenalkan total enam model baru, yakni T420s, T420, T520, L420, L520 dan W520. Seri T menampilkan desain laptop yang tipis dan ringan, sementara seri L memiliki harga banderol lebih murah serta lebih ramah lingkungan.
Sedangkan, ThinkPad seri W sama halnya seperti tempat kerja mobile, menggunakan prosesor Intel Extreme Edition serta grafik standar
Semua laptop anyar ini menampilkan chip terbaru seri i Core Intel atau yang biasa dikenal sebagai Sandy Bridge. Lenovo mengklaim, chip ini akan meningkatkan performa laptop hingga 20 persen serta menggandakan grafik laptop.
Sayangnya, ThinkPad edisi anyar ini belum bisa dipasarkan hingga 29 Maret mendatang. Namun, mereka toh sempat membocorkan perkiraan harga untuk masing-masing tipe sebagaimana dilansir CNet, Selasa (22/2/2011):
ThinkPad T420s; USD1,329
ThinkPadT420; USD779
ThinkPadT520; USD909
ThinkPadL420; USD719
ThinkPadL520; USD719
ThinkPadW520; USD1,329
(srn)
WD TV Hub pusat hiburan digital
Tampilan di WD TV Live Hub
Western Digital (WD) identik sebagai penyedia Hard Disk Drive (HDD), lalu bagaimana jika WD mengeluarkan produk untuk mengatur semua konten multimedia hanya dengan satu remote control. Jawabannya bisa ditemukan di WD TV Live Hub, yang baru saja dirilis baru-baru ini.
WD TV Live Hub pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan ruang penyimpanan yang mereka hadirkan selama ini. Namun produk ini memiliki kemampuan dimana pengguna bisa langsung memutar dan menjalankan konten yang disimpan ke layar yang lebih besar, seperti televisi.
Dengan kapasitas ruang yang sangat besar, WD TV Live Hub memberikan kemudahan ini melalui peranti berupa hard drive 1 terabyte (TB) yang terintegrasi dengan peranti lunak yang mampu memutar berbagai macam file media. Apalagi WD TV Live Hub mendukung beragam format mulai dari .jpeg, .mpeg4, .mp3, .Flv, hingga .Avi.
Alat ini juga mendukung termasuk format video Full-HD 1080p yang populer. Pengguna cukup mentransfer media digital ke WD TV Live Hub melalui hard drive eksternal, thumb drive, camcorder, kamera, dan lainnya.
Tidak hanya itu saja, dengan produk ini pengguna bisa menikmati layanan video streaming seperti YouTube secara langsung, karena memang WD TV Live Hub menghadirkan port untuk menghubungkan dengan internet. Menjelajah situs, meng-update Facebook dan menggunggah foto ke Flickr juga bisa dilakukan melalui produk ini.
Antarmuka WD TV Live Hub media center dapat dikustomisasi, memungkinkan personalisasi latar belakang layar dan tema antarmuka pengguna,serta seting favorit dan rating konten. Keyboard, USB kabel, dan nirkabel standar dapat digunakan untuk input teks yang lebih sederhana untuk kegiatan-kegiatan seperti mencari konten lokal dan interaksi YouTube dan Facebook.
Produk ini juga memungkinkan pengguna menampilkan Netflix untuk streaming film, YouTube untuk video yang dibuat pengguna sendiri,dan Flickr untuk berbagi foto, serta mendengarkan Pandora, layanan radio internet pribadi.
Menjadi pusat hiburan digital tentu WD TV Live Hub ini mendukung 'colokan' yang lengkap tentunya, mulai dari port USB dua unit, satu port HDMI, satu port kabel Audio Video, dan satu port internet acces. Jadi semua perangkat pihak ketiga bisa pengguna putar secara bersamaan.
Dibandrol dengan harga Rp2,41 juta, WD TV Live Hub sangat elegan untuk ditaruh dimana saja. Bentuknya yang kecil dan didesain dengan elegan, menjadi produk menjadi pusat hiburan yang 'wah' dan multifungsi.
(tyo) WD TV Hub adalah akses multimedia dalm satu Harddisk
Langganan:
Postingan (Atom)